Kamis, 16 Oktober 2008

Tindakan Bodoh Mahasiswa


Media massa sedang gencar membahas tawuran mahasiswa yang baru-baru ini terjadi. Terlepas apakah media terlihat menyudutkan mereka atau tidak, tawuran tersebut memang benar-benar merupakan tindakan bodoh dari yang mengaku sebagai 'maha'siswa. Mahasiswa seharusnya lebih bersikap dewasa dengan tidak mudah terprovokasi, apalagi dengan hal yang sepele. Mereka yang berteriak lantang menentang kebijakan pemerintah, berdemo besar-besaran, dan mengaku sebagai 'pejuang rakyat' kini malah menunjukkan kelemahannya. Aku jadi teringat peristiwa demonstrasi mahasiswa yang lalu. Ketika itu jalanan diblokir, mahasiswa, dengan semangat berapi-api dan merasa sebagai pahlawan, menentang keras kebijakan kenaikan harga BBM. Namun, tidakkah mereka sadari bahwa tindakan mereka justru merugikan rakyat yang notabene mereka bela? Berapa banyak pekerja yang terlambat ke kantor karena jalan diblokir? Belum lagi para sopir dan kernet yang tambah pusing setorannya berkurang. Siapa sebenarnya yang mereka bela?
Kembali pada kasus tawuran yang melibatkan beberapa universitas di Jakarta Pusat, setelah semalam dilakukan penyisiran oleh polisi di universitas-universitas tersebut, ditemukan banyak senjata tajam semisal tombak, senjata api rakitan, juga alat penghisap ganja. Temuan ini menyiratkan bahwa tawuran tersebut telah terencana dan mungkin telah terorganisir oleh sekelompok mahasiswa. Dimanakah peran pihak kampus dalam hal ini? Mengapa barang-barang 'penjahat' bisa ada di tempat intelektual? Mahasiswa saat ini sangat berbeda dengan mahasiswa tempo lalu. Tidak ada lagi nasionalisme sebagai satu bangsa. Mahasiswa sekarang lebih terkenal karena kebrutalannya, baik dalam berdemo, maupun tawuran. Sebuah mobil yang diparkir di dekat lokasi tawuran menjadi korban kebiadaban 'pejuang rakyat'. Pemiliknya berencana menuntut pihak kampus tersebut. Tidak hanya itu, pasien dan pengunjung RSCM, yang lokasinya bertetangga dengan universitas-universitas ini, juga merasa terganggu dengan adanya tawuran itu. Sebuah kalimat dari Ir. Soekarno yang intinya berbunyi, bangsa kita ini sudah kaya sehingga tinggal membutuhkan para pemuda yang mau bekerja keras untuk membangun bangsa. Sayang sekali, pemuda-pemuda yang diharapkan tersebut ternyata seperti penjahat yang berpendidikan. Bung Karno pasti akan sedih jika beliau masih hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen ya! makasih kakak

Naik Motor dan Kehamilan

Buat pasangan yang sedang berusaha memiliki momongan, tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Tapi buat saya pribadi, tulisan yang ...