Rabu, 22 Oktober 2008

Mesjid Menara Kudus


Sore ini aku bermaksud untuk memotret segala objek ataupun tempat yang menjadi ciri khas kota Kudus. Rencananya, semua foto hasil jepretan tadi akan dimasukkan ke dalam album kenangan kelas. Album ini berisi data profil mahasiswa kelasku, kelas 2C, termasuk foto-foto tentang apa saja yang menjadi ciri khas kota asal kami. Karena aku berasal dari Kudus, alhasil mesjid Menara Kudus menjadi salah satu objek yang kufoto. Mesjid Menara Kudus didirikan oleh Jafar Shodiq yang terkenal dengan sebutan Sunan Kudus. Mesjid ini berlokasi di gang jl. Menara. Letaknya dekat dengan pintu masuk gang. Bangunan ini tersohor bukan saja karena didirikan oleh sunan kudus, tetapi juga karena bentuk dan gaya arsitekturnya yang menggabungkan kebudayaan hindu dan islam. Menara mesjid ini dibuat mirip candi hindu. Sedangkan bentuk mesjidnya sendiri seperti mesjid pada umumnya. Mengapa sunan kudus menciptakan desain yang seperti itu? Dahulu, kota Kudus merupakan daerah dimana para penganut agama hindu banyak bertempat tinggal. Ya, memang dulu Kudus adalah daerah kekuasaan kerajaan hindu, sehingga wajarlah jika mayoritas penduduknya beragama hindu. Hingga saat sunan kudus datang ke tempat ini untuk menyebarkan agama islam. Kita mengetahui bahwa wali songo dalam menyebarkan islam menggunakan pendekatan budaya dari daerah objek syiarnya. Begitu juga dengan Jafar Shodiq, beliau berdakwah tanpa menghilangkan budaya hindu yang lebih dulu ada. Bahkan budaya hindu tersebut dijadikan sarana dakwah, tentunya ada sedikit modifikasi yang dilakukan. Cara syiar yang demikian membuat banyak penganut hindu merasa tertarik dengan agama islam maka islam pun berkembang pesat. Sunan pun tetap menghormati budaya hindu yang sudah mengakar semisal larangan menyembelih sapi. Itulah mengapa di Kudus tidak ditemukan makanan khas yang berbahan daging sapi, biasanya daging yang digunakan adalah kerbau atau ayam. Penghormatan terhadap budaya masyarakat setempat juga beliau wujudkan dengan mendirikan menara mesjid berbentuk candi hindu.
Ketika Sunan Kudus wafat, ia dimakamkan di dalam komplek mesjid buatannya itu. Mesjid Sunan Kudus sampai sekarang masih kokoh berdiri. Ia menjadi saksi kehidupan beragama yang damai, saling menghormati, dan penuh toleransi di kota Kudus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen ya! makasih kakak

Naik Motor dan Kehamilan

Buat pasangan yang sedang berusaha memiliki momongan, tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Tapi buat saya pribadi, tulisan yang ...