Senin, 13 Oktober 2008

Reformasi Bisnis TNI


Pagi ini sambil menyeruput teh hangat, aku melihat-lihat acara di TV. Sedikit sekali acara yang menarik. Setelah menggonta-ganti saluran TV, aku berhenti di saluran TV One. Kali ini TV One, dalam 'Apa Kabar Indonesia?', menyajikan topik menarik mengenai reformasi bisnis TNI. Topik ini merupakan salah satu topik yang dibahas diacara itu. Disebutkan bahwa reformasi bisnis di tubuh TNI belum berjalan 100 persen. Menurut narasumber acara ini, Erry Riyana Hardjapamengkas, selaku ketua Timnas Pengalihan Aktifitas Bisnis TNI yang juga mantan anggota KPK, jumlah bisnis TNI saat ini yang telah diinventarisasi hanya sebesar tiga trilyun. Jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Dengan kata lain, reformasi bisnis yang dilakukan cukup efektif. Namun, pendapat tersebut dibantah oleh Jaleswari Pramodhawardani, seorang pengamat militer. Ia beranggapan, menurunnya jumlah tersebut dapat dikarenakan adanya pengalihan bisnis dari yayasan ke pribadi ataupun kepada pihak ketiga. UU no.34 tahun 2004 hanya melarang TNI untuk berbisnis tetapi tidak melarang terjadinya pengalihan bisnis. Kriteria bisnis yang diinventarisasi oleh Timnas hanya terbatas pada aktivitas bisnis formal. Sebenarnya,
kriteria aktivitas bisnis TNI ada tiga yakni formal, nonformal, dan ilegal. Contoh bisnis formal misalnya bisnis yang dilakukan oleh yayasan milik TNI. Bisnis nonformal misalnya pemanfaatan aset milik TNI, dan untuk bisnis ilegal misalnya perlindungan terhadap perjudian. Erry mengatakan bahwa para prajurit dilevel bawah mendukung bisnis TNI selama mereka masih memperoleh manfaat dari operasional bisnis. Namun, apakah kesejahteraan mereka dapat meningkat dari adanya bisnis ini? Tentu saja tidak. Para petinggi TNI lah yang paling banyak memperoleh manfaat dari adanya bisnis TNI. Kesenjangan yang terjadi sangatlah besar. Cukup sulit untuk mereformasi bisnis ini karena telah membudaya sejak puluhan tahun yang lampau. Akankah bisnis TNI dapat dihilangkan atau setidaknya jauh dari penyimpangan? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen ya! makasih kakak

Naik Motor dan Kehamilan

Buat pasangan yang sedang berusaha memiliki momongan, tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Tapi buat saya pribadi, tulisan yang ...