Sabtu, 25 Oktober 2008

Sang Naga Juara Super Champion


Pertarungan untuk meraih gelar juara Super Champion itu berlangsung di Jepang. Juara dunia WBA kelas bulu, Chris John, menghadapi petinju lokal, Hiroyuki Enoki. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung hingga dua belas ronde. Pada ronde-ronde awal, Enoki begitu agresif melancarkan serangan. Tak ayal Chris John beberapa kali terkena pukulan dari Enoki. Namun, ia tidak mau kalah. Sang Naga menunjukkan kelasnya sebagai juara dunia. Di ronde kedua hingga ronde terakhir, Chris John terlihat lebih mendominasi. Beberapa pukulannya cukup akurat mengenai sasaran. Salah satu pukulannya sampai membuat mata kiri Enoki bengkak hingga hampir tertutup. Namun, petinju Jepang itu tidak menyerah. Ia tidak ingin dipermalukan di depan publiknya sendiri. Meski dengan menggunakan satu mata, ia tetap melancarkan pukulan. Bahkan lebih agresif dari sebelumnya. Pada suatu saat ia berhasil mendaratkan pukulan pada pelipis mata kanan Chris John yang membuat pelipisnya sobek. Kini kedua petarung ini sama-sama terluka. Keduanya tetap menjaga performanya. Tetapi, Chris John terlihat lebih efektif dalam melakukan serangan. Pukulannya banyak yang masuk. Sementara Enoki banyak pukulannya yang tidak mengenai target. Pada ronde-ronde akhir Enoki lebih sering memeluk Chris John. Ia terus memaksakan pertarungan jarak dekat. Untunglah Chris John dapat mengatasinya. Akhirnya ia pun menang angka atas Enoki. Gelar juara Super Champion berhasil diraih petinju Indonesia itu.
Dibalik kisah suksesnya, siapakah Chris John?
Chris John adalah petinju Indonesia yang memiliki talenta. Sewaktu kecil ia adalah bocah yang nakal oleh karena itu ayahnya, seorang petinju amatir, mengajarinya bertinju. Mulai dari latihan fisik hingga beberapa teknik dasar dalam bertinju. Ia merintis karir tinjunya hingga akhirnya menjadi seorang juara dunia tinju kelas bulu versi WBA. Bahkan dengan sepuluh kemenangan berturut-turut, ia menjadi juara super.
Meski begitu ia tidak menjadi besar kepala. Justru ia sangat ramah kepada orang lain. Opini ini tidak hanya berasal dari omongan orang-orang tentang dirinya namun mbak sepupuku sendiri pun pernah 'membuktikan' keramahan sang juara dunia.
Ketika itu, Chris John, yang sedang berada di Kudus, mengirimkan sesuatu di kantor pos Kudus. Kebetulan mbakku adalah salah satu karyawati di situ. Awalnya mbakku tidak menyadari jika yang dihadapannya adalah Chris John. Ia melihat teman-temannya mendatangi Chris John untuk foto bareng. Setelah diberitahu temannya barulah mbakku sadar jika pria itu adalah Chris John, petinju nomor satu di Indonesia dan dunia. Mbakku pun berbincang-bincang dengannya. Mbakku mengatakan jika adiknya (aku) sangat mengidolakan dirinya. Aku memang pada waktu itu ingin berkunjung ke rumahnya di perumahan Megawon Indah, dekat dengan rumah bude-ku ini. "Oh iya? Main saja ke rumah. Besok pagi saya masih di rumah tapi kalo besok malam saya ke Jakarta. Rumahnya mbak dimana?" ujar Chris John. Mbakku mengatakan bahwa rumahnya dekat dengan rumah Chris John. Rumah yang paling ujung di jalan itu. "Sayang sekali adikku sudah kembali ke Jakarta"kata mbakku padanya.
Begitulah kira-kira percakapan yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Selain santun, Chris John juga memiliki nasionalisme yang cukup tinggi. Ia tidak ingin mengecewakan masyarakat Indonesia. Meskipun ia seorang petinju profesional yang terlepas dari atribut bangsa, namun bertarung demi kebanggaan Indonesia. Semoga sang naga akan tetap seperti itu sampai kapan pun juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen ya! makasih kakak

Naik Motor dan Kehamilan

Buat pasangan yang sedang berusaha memiliki momongan, tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Tapi buat saya pribadi, tulisan yang ...