Senin, 03 November 2008

Ulasan Film "Cintaku Selamanya"


Setelah sholat Dzuhur, aku bersama 'El Nina-ku' berencana menonton film di bioskop Twenty One. Rencana awalnya aku ingin menonton film Laskar Pelangi, namun ternyata tiket film untuk jam 13.00 telah habis terjual.
Kami pun mencari alternatif film lain yang layak ditonton. Judul-judul film yang ditayangkan banyak yang menunjukkan kevulgaran ceritanya. Akhirnya kami memutuskan untuk memilih sebuah judul yang sepertinya bertemakan drama percintaan. Judulnya adalah Cintaku Selamanya.
Aku pun membeli tiket untuk berdua. Hmm, cukup mahal juga, Rp.50.000,00 ditukar dengan dua tiket kecil. Kami juga membeli popcorn beserta minuman.
Masuk ke dalam ruangan pertunjukkan, kami menunggu sejenak sambil melihat thriller film lainnya.
Hingga tepat pukul 13.00 film pun diputar.
Film dibuka dengan pembukaan dari dr. Boyke. Cerita film ini memang diangkat dari kisah nyata pasien dokter itu.
Film ini mengisahkan seorang mahasiswa bernama jurusan Cinematografi, Wisnu, yang ingin membuat sebuah film dokumenter tentang freesex. Wisnu adalah tipe pria yang lugu oleh karenanya ia meminta bantuan Mario, teman satu rumah. Ia berteman dengan Mario yang digambarkan memiliki moral yang "hancur". Atas saran Mario, Wisnu memilih Askar, seorang borjuis pelaku freesex, untuk dijadikan narasumber dalam filmnya.
Askar menceritakan bahwa tidak ada masalah dengan freesex, ia sering bergonta-ganti pacar tetapi ia menginginkan calon istri yang masih perawan.
Di akhir cerita, kenyataan yang dihadapi tak seindah yang dibayangkan kedua pria pelaku freesex ini. Askar harus menerima kenyataan bahwa ia telah jatuh cinta pada seorang gadis yang ternyata seorang pelacur, bahkan menderita kanker rahim. Sementara Mario menderita dengan penyakit herpes yang diakibatkan gaya hidupnya itu. Lebih tragisnya lagi, pacar Mario tewas karena overdosis setelah frustasi karena hamil, dan anak yang akan dilahirkannya diperkirakan bakal cacat karena telah terinfeksi herpes dari Mario.
Wisnu sendiri hampir saja melakukan perbuatan dosa dengan Lala, adik Askar, tapi urung dilakukan. Hikmah yang dapat dipetik dari film ini adalah kita dapat melihat dengan jelas adanya azab Alloh pada para pezina yakni melalui penyakit-penyakit yang berbahaya, naudzubillah!
Dan kebenaran firman Alloh bahwa laki-laki baik akan mendapat wanita yang baik pula, dan laki-laki yang buruk akan mendapat wanita yang buruk pula.
Sebuah film yang sebenarnya menarik, tetapi saran saya, anak-anak jangan diajak menonton karena adegannya banyak yang khusus dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen ya! makasih kakak

Naik Motor dan Kehamilan

Buat pasangan yang sedang berusaha memiliki momongan, tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Tapi buat saya pribadi, tulisan yang ...