Rabu, 17 Desember 2008

Kekalahan Timnas karena Kesalahan Pelatih

Menyakitkan memang, kekalahan timnas sepakbola kita dari Thailand semalam, dipertandingan pertama membuat Indonesia sangat sulit untuk melaju ke final AFF Cup karena dipertemuan kedua harus bermain di depan publik Thailand. Kekalahan 1-0 ini masih menyisakan kontroversi karena Indonesia sebenarnya mungkin mampu menyamakan kedudukan jika wasit melihat handsball pemain Thailand di kotak penalti. Benny Dolo dan sejumlah pemain telah memprotes keras keputusan wasit yang tak memberikan hadiah penalti, tapi tetap saja keputusan wasit tak bisa diganggu gugat. Permainan timnas sebetulnya cukup mampu mengimbangi permainan Thailand, bahkan di akhir-akhir pertandingan kita dapat mengurung pertahanan lawan.
Gol tunggal Thailand dicetak lewat sundulan Theratep Dangda. Sejumlah aksi pemain Thailand berkali-kali membahayakan gawang Markus Horison yang menyebabkan kiper jangkung ini harus jatuh bangun menahan gempuran.
Sudah sejak awal AFF Cup dimulai aku memprediksi timnas Indonesia tak akan berhasil menjuarai piala AFF ini. Kesalahan besar yang dilakukan pelatih adalah kurang baiknya komposisi pemain yang dipilih untuk kejuaraan ini. Salah satunya untuk posisi striker, Boaz Salosa, pencetak gol terbanyak kedua di Superliga, tak dimasukkan dalam tim. Boaz baru dipanggil ketika Indonesia menghadapi Thailand. Itupun tak bisa diturunkan kecuali ada pemain yang cidera.
Di posisi gelandang praktis tidak ada pemain pengganti yang mampu menjadi back up pemain inti. Kemampuan bermain antara pemain cadangan dengan inti cukup jauh berbeda. Akhirnya, tim inti sering diturunkan sekalipun menghadapi tim lemah dipenyisihan grup. Hal inilah yang perlu diperhatikan pelatih. Untuk urusan gaya bermain, permainan timnas cukup baik tetapi kemampuan mengumpan harus diperbaiki karena sering salah mengumpan. Aku tidak tahu apakah PSSI akan tetap mempertahankan Benny Dolo sebagai pelatih ataukah mencari penggantinya. Salah satu kandidat pelatih yang menurutku mampu membuat timnas lebih tangguh adalah Rahmad Darmawan. Beliau pernah membawa beberapa klub menjuarai liga seperti Persipura dan Sriwijaya FC. Sriwijaya FC bahkan memperoleh Double Winner, juara liga Divisi Utama dan Copa. Tampaknya PSSI harus lebih serius membenahi masalah timnas ini. Kita semua tentu ingin melihat tim sepakbola kita berprestasi. Kita sudah bosan dengan kegagalan demi kegagalan. Jika timnas terus seperti ini, reputasi PSSI akan semakin terpuruk. Untuk membenahi timnas, sebaiknya benahi dulu internal PSSI. Semoga suatu saat kita bisa melihat tim kita menjadi tim yang disegani lawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen ya! makasih kakak

Naik Motor dan Kehamilan

Buat pasangan yang sedang berusaha memiliki momongan, tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Tapi buat saya pribadi, tulisan yang ...