Postingan

Politik itu Busuk!

Politik, dari katanya berarti cara untuk mendapatkan kekuasaan dengan jalan apapun. Politik sering dipakai untuk menguasai suatu negeri bahkan negara lain. Di Indonesia, sejarah politik cukup panjang. Mulai dari devide et empera-nya Belanda untuk memecah belah sampai politik era reformasi. Darah pernah membasahi sejarah politik Indonesia. Dimana orang-orang dikorbankan,dibunuh untuk politik. Kita tak mungkin lupa dengan pembunuhan para jendral yg penuh muatan politis. Saat ini politik juga dijalankan oleh sejumlah partai yang mengaku partai Islam. Apa beda partai Islam dengan partai lainnya? Menurutku sama saja! Kita bisa lihat sebuah contoh Partai Pojok Kanan Atas (PKA-nama samaran). Partai ini katanya partai Islam. Namun, dalam tempointeraktif.com partai PKA ternyata mengusung dua caleg dari kalangan non islam yang profesinya pendeta. Ini bukan masalah agama, tapi masalah konsistensi landasan politik. Janganlah mengaku partai Islam hanya untuk menarik simpati umat muslim. Partai ini ...

Kisah Kura-kura dan Buaya

Inilah kisah tentang kura-kura dan buaya, Keduanya berasal dari sebuah muara, Yang satu suka menolong sesama, yang lain gemar menciptakan bahaya. Kura-kura hidup sebatang kara, Mengembara ke ibukota, Mencari ilmu dan agama, Mempunyai sebuah asa, Memajukan negara dan bangsa. Sementara, Si buaya sibuk mendaftarkan dirinya, Menjadi caleg di ibukota, Berkampanye menguras harta, Untuk hasil yg tak terduga, Si buaya dapat nomor urut tiga, Pilihlah saya maka kalian akan bahagia, Begitulah buaya mempromosikan dirinya, Menyuruh mencontreng namanya. Kura-kura lambatlah jalannya, Butuh waktu meraih cita-cita, Namun ia tetap setia, pada tujuan awalnya, Dan akhirnya diwisuda, Di gedung serba guna, Dengan biaya seadanya. Si buaya pun terpilih dengan banyak suara, Duduk di kursi anggota, Memakai peci dan kacamata, Kadang lantang bersuara, Kadang terbawa mimpi menjadi orang kaya, Tak beberapa lama, Buaya ditangkap KaPeKa, Karena penggelembungan dana, Di komisi yg dipimpinnya, Buaya meronta, Ingin kelu...

Apa Kepanjangan KPU?

Sebentar lagi akan diadakan pesta demokrasi terbesar di negeri ini. Peristiwa yang biasanya terjadi tiap lima tahun. Ya, pemilu untuk memilih presiden beserta wakilnya (Juni), serta para anggota DPR dan DPRD (April). Banyak yang menyambut dengan antusias tapi ada juga yang apatis. Itu semua terserah pilihan mereka, hak mereka mau mengikuti pemilu atau tidak. Dibalik acara akbar ini, kita perlu cermati hal-hal yang terkait dengan penyelenggaraan Pemilu. Terutama menyangkut lembaga yang bertanggungjawab pada keberhasilan pelaksanaan pemilu. KPU adalah lembaga yang dibentuk untuk memfasilitasi pemilu. Peran KPU sangat sentral dalam peristiwa ini. Apa kepanjangan dari KPU? Kepanjangan KPU tergantung dari sudut mana kita melihat. KPU bisa berarti Komisi Pemilihan Umum karena menyebabkan rakyat dapat mengikuti pemilu. Tapi KPU juga dapat berarti Komisi Penipu Ulung. Lho kok bisa? Ada sebuah kisah yang diungkapkan dosen saya. Beliau memiliki seorang teman yang bekerja sebagai auditor BPKP. Au...

Israel Dibalik Jihad

Membaca sebuah headline di detik.com yang mengutip berita New York Times, saya sedikit gembira. Headline itu kira-kira berbunyi “ Israel Terkait Serangan WTC “. Ada bukti baru yang menambah kecurigaan saya bahwa Israellah yang sebenarnya berada di balik serangan mematikan itu. Seorang muslim bernama Ali al-Jarrah diketahui sebagai agen Mossad, agen rahasia milik Israel. Saudara sepupu Ali, Ziad al-Jarrah, merupakan salah satu pembajak pesawat yang menabrakkan diri ke gedung WTC pada serangan kedua. Kemungkinan, Ali merekrut saudaranya itu untuk melakukan aksi biadab dengan dalih jihad. Serangan pertama terhadap WTC pun dilakukan warga tepi barat Palestina bernama Ahmad Ajaj. Pertanyaannya, apa masuk akal seorang warga Palestina yang umumnya miskin bisa membeli tiket pesawat ke Amerika yang lumayan mahal? Kalaupun dia seorang yang kaya, kenapa dia harus menggunakan uangnya untuk menyerang Amerika langsung? Bukankah di dekat Palestina sendiri ada musuh yang nyata yaitu Israel? Kita patut...

Bangsa Pecinta Sinetron

Gambar
Bocah cilik itu masih tampak serius mengamati layar kotak berukuran sekitar 21 inchi itu. Dia duduk di atas kasur yang digelar di lantai lengkap dengan bantal dan guling. Tampak pembicaraan di televisi, tidak jelas karena memakai bahasa arab. tiduran disampingnya, ibu dan anak kompak menikmati tontonan itu. Yang memprihatinkan, cerita di sinetron itu ditujukan untuk golongan dewasa namun ditayangkan saat jam anak-anak biasanya masih menonton TV. Di jam ini tidak ada alternatif tontonan lain yang ditawarkan bagi anak-anak, hampir semuanya diisi oleh sinetron. Mungkin pihak televisi menganggap pada jam segitu anak-anak akan menunaikan tugasnya yakni belajar. Tapi bagaimana dengan anak-anak yang kurang suka belajar? Terlebih bila tidak ada dorongan dari orangtua agar anaknya belajar. Apakah pikiran mereka yang masih lugu harus diracuni dengan tontonan vulgar itu? Kebanyakan tema yang diangkat sinetron kita adalah tentang percintaan. Pihak production house berusaha mencari untung yang sebe...

Tempe Goreng Plastik

Masih ingatkah Anda dengan postingan sebelumnya mengenai ayam bangkai yang dijual di sekitar STAN ? Kali ini saya akan menuliskan postingan tentang adanya warung yang menjual tempe goreng plastik, tempe yang digoreng bersama plastik. Berbeda dengan kasus ayam bangkai yang dialami teman saya, kejadian ini saya alami sendiri saat makan di sebuah warung, juga di Sarmili. Warung yang terbilang cukup ramai dikunjungi orang, sebagian besar mahasiswa. Saya termasuk langganan setia warung tersebut. Lauk yang biasa saya pilih biasanya tempe goreng tepung. Selain rasanya yang enak dan renyah, juga karena harganya yang murah. Maklumlah karena saya masih berstatus mahasiswa yang belum bisa menghasilkan uang sendiri sehingga harus berhemat. Awalnya saya sangat menyukai menu tempe di warung itu, tapi semenjak saya menemukan plastik menempel di tempe yang saya beli saya jadi menduga ada bahan tambahan dalam menggoreng tempe itu selain tepung. Saat kejadian yang pertama saya tidak menaruh curiga pada ...

Kita Butuh Nuklir!

Kebutuhan akan energi adalah salah satu alasan mengapa kita butuh teknologi nuklir. Bukan bermaksud untuk menantang Amerika Serikat, ataupun menyaingi Iran, namun murni karena krisis energi yang terjadi di negara kita. Nuklir, mendengar nama ini saja kita mungkin terbayang hal-hal yang buruk, seperti bom, atau radiasi nuklir yang berbahaya bagi kesehatan. Efek negatif nuklir juga dapat menimbulkan mutasi dan cacat yang dapat menurun. Tapi, seperti yang sudah saya sebutkan di awal, kita perlu energi nuklir untuk mengatasi kekurangan energi terutama untuk kebutuhan listrik. Semua orang tahu kalau PLN kita yang tercinta ini tak mampu menyediakan pasokan listrik yang memadai. Ada bermacam-macam alasan yang mereka ungkapkan, tapi intinya cuma satu, TIDAK MAMPU. Beberapa hari belakangan, listrik di kota saya sering padam. Kerugian saya sih ga seberapa tapi merepotkan kalau ini terjadi terus menerus. Padahal saya tinggal di kota yang dekat dengan ibukota negara, yakni Tangerang. Dahulu, ketik...