Sabtu, 14 Maret 2009

Israel Dibalik Jihad

Membaca sebuah headline di detik.com yang mengutip berita New York Times, saya sedikit gembira. Headline itu kira-kira berbunyi “ Israel Terkait Serangan WTC “. Ada bukti baru yang menambah kecurigaan saya bahwa Israellah yang sebenarnya berada di balik serangan mematikan itu. Seorang muslim bernama Ali al-Jarrah diketahui sebagai agen Mossad, agen rahasia milik Israel. Saudara sepupu Ali, Ziad al-Jarrah, merupakan salah satu pembajak pesawat yang menabrakkan diri ke gedung WTC pada serangan kedua. Kemungkinan, Ali merekrut saudaranya itu untuk melakukan aksi biadab dengan dalih jihad. Serangan pertama terhadap WTC pun dilakukan warga tepi barat Palestina bernama Ahmad Ajaj. Pertanyaannya, apa masuk akal seorang warga Palestina yang umumnya miskin bisa membeli tiket pesawat ke Amerika yang lumayan mahal? Kalaupun dia seorang yang kaya, kenapa dia harus menggunakan uangnya untuk menyerang Amerika langsung? Bukankah di dekat Palestina sendiri ada musuh yang nyata yaitu Israel? Kita patut curiga, ada skenario jahat yang harus diperankan oleh orang muslim agar menciptakan pandangan buruk terhadap Islam. Seperti kita ketahui, tidak seorangpun yahudi yang menjadi korban serangan 11 September. 3000 pekerja yahudi tidak masuk kerja pada hari itu secara bersama-sama. Presiden saat itu, Bush, yang juga seorang berdarah yahudi, menjadikan aksi teror itu sebagai alasan untuk menyerang negara lain semisal Afganistan dan Irak. Menurut saya, serangan 11 September adalah rekayasa besar abad ini.

Penemuan muslim yang menjadi agen Mossad membawa pikiran saya ke dalam negeri. Mungkinkah semua teror yang terjadi di Indonesia adalah buatan Israel atapun USA? Apakah buronan nomor satu di Indonesia, Nordin M Top, juga seorang agen asing? Bisa saja itu terjadi. Setelah menjadi agen rahasia, ia mencuci otak muslimin yang lain. Mengobarkan semangat jihad kekerasan tanpa tujuan definitif.
Kita mungkin sama-sama pernah membaca di harian Kompas, dugaan keterlibatan pihak luar dalam serangan bom Bali. Bom yang ledakannya sangat dahsyat, bahkan pembuat bomnya sendiri tidak yakin bomnya bisa sekuat itu. Amrozi mengatakan, itu adalah pertolongan dari malaikat. Benarkah malaikat yang membantu atau ada tangan tak terlihat yang ikut bermain? Setelah dilakukan penyelidikan di lokasi bom Bali, ditemukan bahan-bahan bom yang hanya dimiliki negara-negara tertentu saja semisal USA. Seorang penyelidik asal Australia yang mengeluarkan pernyataan tersebut di sebuah situs, belakangan menghapus pernyataan itu.

Pertanyaan yang mungkin lebih ekstrem, apakah buronan nomor satu USA, Osama bin Laden merupakan tokoh buatan yang sengaja diciptakan sebagai antagonis? Riwayat seorang Osama, dulunya ialah pengusaha kaya raya. Ia memiliki saham perusahaan keluarga Bush. Apakah mungkin seseorang dengan mudah beralih ”profesi” dari pengusaha kaya menjadi pejuang tangguh? Faktanya, ia memang tangguh karena sampai saat ini tidak ada yang bisa menangkapnya. Padahal kita tahu, apa sih hebatnya Osama bila dibandingkan dengan presiden Saddam Husein? Negara Irak tentu lebih besar daripada hanya sebuah organisasi Al-Qaeda. Namun kenyataannya, Saddam Husein akhirnya tertangkap tidak lama setelah serangan USA ke Irak sementara Osama hingga kini masih bebas walaupun ”katanya” telah dikerahkan banyak pasukan untuk memburunya. Mungkin banyak juga yang tidak tahu bahwa Al-Qaeda itu dulunya adalah organisasi bentukan Amerika Serikat. Katanya untuk menghadapi kekuatan Uni Soviet di Timur Tengah.

Bagi yg pernah membaca majalah Rollingstone edisi Obama, di dalamnya ada bagian yg berjudul Fear Factory.
Dikisahkan bahwa pada masa Bush, dbentuk organisasi JTFF dg maksud menangkal terorisme. Organisasi ini semirahasia. Nah, karena ternyata tidak ada terorisme yang terjadi maka JTFF membuat sendiri terornya. Seorang anggota JTFF yg menyamar menjadi muslim dg nama Jameel, mengajak seorang penjaga toko DVD,sebut saja X, untk menginap dirumahnya. Dia mengompori X supaya marah pada Amerika sehingga X ingin meneror Amerika. X yg asal ngomong saja tidak menyangka Jameel adalah agen JTFF. Dia benar-benar diprovokasi untuk 'berjihad' yang membuat X berencana mengebom sebuah mall. Tp itu hanya rencana. X tak punya cukup uang untuk membeli peralatan. Jameel memberikan penawaran untk menukarkan sound stereo bekas milik X dg 2 granat nanas. Yg akhirnya X menyetujui. Namun sebelum x melaksanakan niatnya, dia langsung ditangkap dan dikenai tuduhan terorisme. Ada juga beberapa kisah lain yang mirip kisah di atas. Semua tersangka yang ditangkap adalah muslim. Dari pembuat pizza sampai penjaga toko DVD.

Jika benar bahwa Israel atau Amerika Serikat adalah dalang dari semua teror yang ada di bumi, maka Islamlah yang pada akhirnya dirugikan. Nama Islam memburuk di dunia Internasional karena berbagai aksi kekerasan mengatasnamakan jihad. Perang melawan teror bisa jadi merupakan perang melawan Islam. Apa benar ada keinginan beberapa pihak untuk menghancurkan agama besar ini dari dalam? Wallohu a’lam bishowab.
copyright@ve08.blogspot.com ”Israel Dibalik Jihad”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen ya! makasih kakak

Naik Motor dan Kehamilan

Buat pasangan yang sedang berusaha memiliki momongan, tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Tapi buat saya pribadi, tulisan yang ...