Jumat, 21 September 2018

Naik Motor dan Kehamilan



Buat pasangan yang sedang berusaha memiliki momongan, tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Tapi buat saya pribadi, tulisan yang saya ketik ini salah satu hal yang patut dicoba jika sudah beberapa kali usaha yang lain gagal. Terkadang kegagalan itu masalahnya cukup sepele, namun kita abai terhadap hal yang sepele itu.

Di tahun awal pernikahan, saya dan istri berusaha secepatnya memiliki anak. Meski begitu, ketika dites berkali-kali memakai test pack yang dijual di toko ritel dekat kost hasilnya negatif.
Hal tersebut sudah berulang terjadi hingga bulan ke-8 pernikahan. Mbak kasir toko tersebut sering nampak tersenyum ketika kami kembali muncul di ambang pintu dan membeli alat tes kehamilan saking seringnya beli. 

Di pertengahan bulan ke-8 itu, kami baru saja memiliki mobil sendiri yang akhirnya menggantikan posisi motor andalan kami, sebuah motor bebek tahun 2003 yang biasanya dipakai untuk berangkat kerja dan antar jemput istri. Istri saya bekerja di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, jaraknya sih tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami di daerah Senen Jakarta Pusat, yang membuat repot adalah macetnya jalur menuju kawasan itu bahkan untuk ukuran motor.

Lalu apa hubungan cerita pakai mobil untuk berangkat kerja dan antar jemput istri dengan usaha memiliki momongan? Nah, di sinilah titik balik usaha saya untuk secepatnya memiliki anak. Ketika saya sudah tidak pernah menggunakan motor untuk jarak lebih dari 1 km di bulan ke-9 alhamdulillah istri saya akhirnya bisa hamil. Tidak lama setelah kami tidak lagi menggunakan motor.

Saya ingin share pengalaman ini yang sebenarnya hanya masalah sepele dan terlihat ga masuk akal,  tapi mungkin bisa membantu kalian ataupun pasangan lain yang susah hamil untuk memiliki momongan. 

Yang ingin juga saya ceritakan adalah, dahulu saat masih mengendarai motor, selangkangan dan organ vital saya sering kesemutan bahkan menjalar ke area tulang ekor. Sering kesemutannya cukup parah efek hingga untuk berjalan agak sulit. Saya pribadi berpikir kesemutan ini ada hubungannya dengan masalah kemandulan saya selama 8 bulan pernikahan kami itu. 

Oleh karena itu, ada baiknya jika ingin memiliki momongan untuk tidak mengendarai motor dengan jarak yang mengharuskan kita berlama-lama duduk di atas motor, setidaknya selama satu bulan masa percobaan :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen ya! makasih kakak

Naik Motor dan Kehamilan

Buat pasangan yang sedang berusaha memiliki momongan, tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Tapi buat saya pribadi, tulisan yang ...