Postingan

Ahok, Aksi Damai, Makar dan Perang Jamal

Beberapa minggu sebelum ramainya pemberitaan kasus penistaan agama oleh Ahok, saya pernah ditanya oleh seorang sopir taksi ketika berada dalam perjalanan menuju hotel di Singapura. Pria paruh baya itu menanyakan kabar pilkada DKI Jakarta, termasuk profil tiga kandidat yang akan bertarung. Saya cukup terkejut mengetahui si sopir taksi ini lumayan update mengikuti berita di Indonesia.  Sopir taksi bertanya banyak hal mengenai pilkada, termasuk mengenai Agus Yudhoyono yang melepas karirnya yang cemerlang di TNI pun tak luput menjadi salah satu pertanyaan beliau. Hingga taksi berhenti di lampu merah chinese town dekat hotel, ia melontarkan pertanyaan yang cukup menarik tentang Ahok.  “What about Ahok. Ahok is popular in Jakarta, right? Do you think he can win the election?” Saat itu, saya sambil menidurkan anak di kursi belakang mencoba menjawab pertanyaan itu, “ Yeah he is popular. I think he has the chance to win. But, he can get trouble because of his religion .”...

Game Bola Ciamik "Dream League Soccer"

Gambar
Para penyuka game sepakbola, sudah pernah mencoba maen game mobile "Dream League Soccer"? Game yang satu ini wajib kalian coba jika kalian merupakan fans berat game bola macam FIFA dan PES. Untuk versi handheld atau mobile, sayangnya FIFA dan PES tidak membuat game yang memuaskan dahaga para gamer mobile. PES diketahui hanya membuat game versi mobile yang mirip versi konsolnya sekali saja, dan saat ini game itu sudah dikeluarkan dari Playstore. Konami selaku pembuat PES sekarang hanya menyediakan game PES dengan style playing card sehingga rasa-rasanya tingkat keasyikannya berbeda dengan versi konsol. Kontras dengan Konami, si pesaing Electronic Art nampak serius menggarap sektor game mobile. EA merilis dan mengupdate game seri FIFA untuk Android dan Playstore, dan yang terkini EA juga merilis game FIFA versi baru yang cukup menarik. Namun, lagi-lagi, sayangnya game-game dari EA ini menurut saya cukup ribet untuk dimainkan, misalnya untuk mendapatkan pemain bagus kita...

Cara Membeli Barang Apapun di Go-Jek

Gambar
Kita semua sudah pada kenal dengan aplikasi karya anak bangsa yang satu ini. Ya, Go-Jek, sebuah aplikasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia saat ini, utamanya yang tinggal di kota-kota besar. Layanannya pun sekarang beragam, tidak hanya menawarkan jasa antar jemput orang atau barang/dokumen, sekarang aplikasi ini juga melayani jasa pijat sampai urusan cuci mobil panggilan. Nah, kali ini saya ingin berbagi trik penggunaan fitur belanja di aplikasi tersebut. Kita dapat menggunakan Go-Food untuk memesan makanan dari restoran/warung makan yang bekerja sama, atau memakai Go-Mart untuk membeli barang dari beberapa vendor yang bekerjasama dengan Go-Jek. Bagaimana jika kita ingin membeli makanan atau membeli barang di luar daftar yang tersedia di aplikasi Go-Jek (Go-Food/Go-Mart) ini? Kita bisa memanfaatkan jasa pembelian barang lain-lain. Tentunya fitur ini tidak secara langsung terlihat di menu utama aplikasi Go-Jek. Kita harus melakukan beberapa tahapan untuk bis...

Tips Membuat Batere Tahan Lama Tanpa Aplikasi

Beberapa pengguna Android mengeluhkan daya tahan batere yg cepat terkuras habis karena penggunaan aplikasi dan widget. Terlebih jika batere yang digunakan berkapasitas rendah katakanlah dibawah 2000 mA. Seperti milik saya huawei Ascend P1 yang mengedepankan body yg slim, namun sayangnya mengorbankan batere. Batere yang disematkan cukup kecil untuk menopang performa handset berprocessor dual core tersebut. Pada awal pemakaian hp ini dapat bertahan seharian bila tidak digunakan main game, sehari hanya sekali charging. Jika dipakai untuk bermain atau browsing maka hanya mampu bertahan setengah hari. Semakin tua umur hp ini waktu charging semakin sering, dalam sehari dapat 2-3 kali charging. Pada akhirnya saya tidak tahan karena setiap hari selalu repot mencharge hp. Saya mencoba untuk mendownload aplikasi yang diklaim bisa membuat batere tahan lama. Namun ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap daya tahan power hp saya. Setelah hampir putus asa dan berniat untuk ganti hp kare...

Bubble/Overvalued Properti Makin Mengkhawatirkan!

Gambar
Akhir-akhir ini saya rajin browsing perumahan. Saya sedang mencari rumah untuk keluarga kecil saya. Lokasi yang saya pilih di luar Jakarta meskipun saya bekerja di kota Jakarta mengingat lingkungan Jakarta menurut saya sudah tidak layak untuk hunian karena rawan banjir, kriminal dan yang pasti harga tanah per meternya sudah tidak terjangkau lagi. Yang mungkin masih terjangkau di Jakarta bagi middle income seperti saya adalah rumah-rumah berdempetan di lingkungan kumuh yang terdapat di dalam gang-gang sempit dimana mobil tidak dapat masuk sampai rumah. Dengan risiko kebakaran yang sering terjadi di Jakarta tentu rumah di dalam gang padat penduduk tidak menjadi pilihan saya. Selain itu rumah-rumah semacam itu seringkali tidak dilengkapi dengan surat-surat rumah yang memadai, seringkali terjadi tipu muslihat dalam penjualan rumah yang merugikan pembeli. Sebuah iklan rumah "mewah" di situs toko bagus  Pada akhirnya saya melakukan filtering pada situs pencarian rumah ...

Film Insidious 2: Tidak Semuanya Fiktif

Gambar
Minggu lalu saya bersama istri menonton film Insidious 2 di Bioskop Setiabudi. Saya tertarik karena penasaran dengan cerita teman dan juga istri yang sudah pernah nonton, katanya film Insidous itu seram, lebih seram dari film Mama dan The Conjuring yang pernah saya tonton. Meskipun sutradara film The Conjuring dan Insidious sama dan dalam beberapa adegan memiliki kesamaan tapi kisah dalam filmnya berbeda ( Lihat Trailer ). Sumber foto:  http://firstshowing.net Film Insidious 2 merupakan lanjutan dari film sebelumnya Insidious 1, yang berkisah tentang seorang anak yang dapat melakukan astral projection (ruhnya dapat keluar dan berjalan-jalan saat tidur) telah kembali ke badannya setelah koma karena terpenjara di dunia ruh. Namun sang Ayah yang menyelamatkan si anak dari dunia ruh justru tertinggal dan ruhnya tidak bisa kembali ke badannya karena ada arwah jahat yang berhasil masuk ke tubuh ayahnya. Yang menarik di sini adalah cerita bahwa seseorang yang tidur ruhnya dapat ...

Kisah Penulis Pidato Presiden SBY: "Saya Prihatin" Bukan Tulisan Saya

Hari Selasa kemarin tanggal 11 November 2012, saya berkesempatan mengikuti workshop penulisan yang diselenggarakan instansi saya. Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Kompas, Bank Mandiri, dan Sekretariat Negara (Setneg). Semua narasumber memberikan penjelasan yang bagus namun narasumber terakhir dari Setneg memberikan kisah yang menarik bagi saya. Beliau adalah Dadan Wildan yang merupakan ketua tim pembuat pidato presiden RI saat ini. Jabatannya saat ini adalah staf ahli menteri dan sekaligus guru besar sastra salah satu PT di negeri ini. Dalam workshop tersebut, Pak Dadan menjelaskan "cara kerjanya" selama ini dalam membuat pidato presiden yang biasanya dapat kita ikuti di TV.  Beliau selalu merombak draft tulisan yang diserahkan unit teknis dan mengganti kalimatnya dengan kalimat yang mudah dimengerti masyarakat luas.  "Pidato Presiden haruslah dimengerti semua lapisan masyarakat mulai dari tukang becak hingga yang berpendidikan tinggi" begitu menuru...